Selasa, 31 Desember 2013

RADIKAL BEBAS



RADIKAL BEBAS
Pengertian radikal bebas pada dasarnya merupakan molekul yang kehilangan suatu elektron dari pasangan elektron bebasnya, yang merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan kovalennya. Elektron sendiri memerlukan pasangan untuk menyeimbangkan nilai spinnya, sehingga molekul radikal dapat menjadi tidak stabil dan sehingga mudah sekali bereaksi dengan molekul lainnya untuk membentuk radikal baru. Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi, bila perubahan DNA ini terjadi bertahun – tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Atau sering sekali zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi.
Radikal bebas dapat mengancam manusia dimana – mana, bisa di luar atau di dalam tubuh. Radikal bebas ini dapat memicu berbagai penyakit, seperti : penyakit kronis dan penyakit degeratif seperti serangan jantung, stroke dan kanker. Untuk radikal bebas yang terdapat di dalam tubuh manusia mempunyai dampak terhadap tubuh manusia diantaranya, radikal bebas ini dapat merusak jaringan tubuh manusia yang secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemusnahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka kerusakan jaringan terjadi secara perlahan – lahan. Sedangkan untuk radikal bebas yang terdapat di luar tubuh manusia diantaranya, Radiasi UV yaitu matahari memancarkan sinar dengan radiasi panjang gelombang dengan rentang yang sangat lebar, tetapi yang masuk ke bumi dan mendapatkan perhatian khusus adalah sinar violet yang memiliki energi cukup besar yang dapat memicu dan dapat menimbulkan radikal bebas dalam tubuh terutama kulit.
Dari pemicu penyebab radikal bebas ini, ada beberapa solusi cara menghadapi kerusakan akibat radikal bebas yaitu, dengan antioksidan. Terdapat dua macam antioksidan,yaitu antioksidan internal dan eksternal.
1.      Antioksidan internal yaitu antioksidan yang diproduksi oleh tuguh sendiri.
Secara alami tubuh mampu menghasilkan antioksidan sendiri, tetapi kemempuan ini pun ada batasnya. Sejalan bertambahnya usia,kemampuan untuk memproduksi antioksidan alami pun akan sekamin berkurang. Hal ini lah yang menyebabkan stres oksidatif, yaitu suatu keadaan dimana jumlah radikal bebas melebihi kapasitas kemempuan netralisasi antioksidan.
            2. Antioksidan eksternal tidak dihasilkan oleh tubuh tetapi berasal dari makanan seperti Vitamin A, beta karoten, Vitamin C, Vitamin E, Selenium, Flavonoid, dll. Antioksidan yang berasal dari makanan atau di dapat dari luar tubuh disebut juga antioksidan sekunder.
            Antioksidan sendiri merupakan suatu zat yang dapat menghambat proses oksidasi. Oksidasi disini adalah jenis reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hydrogen, atau pelepasan elektron. Proses oksidasi adalah peristiwa alami yang terjadi di alam dan dapat terjadi di mana - mana tak terkecuali di dalam tubuh kita. Selain dapat mencegah terjadinya radikal bebas, antioksidan pun ada manfaatnya bagi tubuh. Tubuh kita terdiri dari triliunan sel. Disetiap sel terjadi reaksi metabolisme yang sangat kompleks. Diantara reaksi metabolisme tersebut melibatkan oksigen, seperti yang kita ketahui oksigen adalah unsur yang sangat reaktif. Keterlibatan oksigen dalam reaksi metabolisme di dalam sel dapat menghasilkan apa yang disebut sebagai reaktif spesies oksigen seperti H2O2, radikal bebas hydroksil (OH), dan anion superoksida (O2-). Molekul – molekul ini memang diperlukan tubuh misalnya untuk menjalankan sistem metabolisme dan memberi signal pada sistem syaraf akan tetapi apabila jumlahnya berlebihan seperti pengaruh gaya hidup (merokok, stres, konsumsi obat, polusi lingkungan, pengaruh zat kimia tertentu pada tubuh, radiasi, dll.) maka dapat merusak sel dengan cara memulai reaksi berantailipid, mengoksidasi DNA dan protein. Oksidasi DNA berakibat adanya mutasi dan timbulnya kanker, sedangkan pksidasi protein mengakibatkan nonaktifnya enzim yang dapat menghambat proses metabolisme. Maka itulah pentingnya mengkonsumsi antioksidan.
Pertanyaan :
Apa yang menyebabkan terjadinya radikal bebas, dan bagaimana cara mencegah terjadinya radikal bebas ?

6 komentar:

  1. Menurut saya penyebab terjadinya radikal bebas itu bisa melalui pernafasan, makanan yang berlemak, dan juga melalui kondisi lingkungan yang tidak sehat. Cara mencegahnya yakni mengkonsumsi antioksidan, terutama antioksidan yang mengandung zat gizi seperti vitamin, mineral, dan beberapa enzim. Kita tahu bahwa antioksidan dapat mengembalikan kerusakan yang disebabkan oleh oksidasi hingga batas waktu tertentu. Antioksidan juga disebut sebagai agen anti – penuaan karena membantu menjaga kulit tetap muda, contoh antioksidan yang kita ketahui adalah vitamin E, vitamin C, selenium, dan beta karoten. Namun, antioksidan juga dapat kita dapatkan dengan mengkonsumsi sayur – mayur, dan buah – buahan.

    BalasHapus
  2. menurut saya, salah satu penyebab radikal bebas adalah dari oksigen yang dihirup oksigen ini sangatlah dibutuhkan oleh tubuh selain untuk bernafas oksigen berperan dalam proses pembakaran sumber energi menjadi energy. Akan tetapi 3% oksigen yang dihirup akan menjadi racun disebut denga Reactive oxygen species. Oksigen juga berpotensi merusak sel-sel tubuh karena proses oksidasi.
    Proses oksidasi akan melepaskan radikal bebas yang memiliki efek merusak pada sel. Radikal bebas adalah sekelompok zat kimia yang memiliki elektron tidak berpasangan karena kehilangan atau mendapat elektron.
    Pencegahannya menggunakan antioksidan, karena antioksidan dapat membalikkan kerusakan yang disebabkan oleh oksidasi sampai batas tertentu. Antioksidan terutama yang mengandung zat gizi seperti vitamin dan miineral serta beberapa enzim.

    BalasHapus
  3. Menurut pendapat saya, penyebab terjadinya radikal bebas itu karena suatu molekul melalui pemutusan ikatan sehingga masing-masing bagian membawa satu elektron dan juga terjadi karena terbentuk dari radikal bebas yang lain, salah satunya melalui reaksi antara radikal dengan molekul atau melalui pemecahan radikal menghasilkan radikal lain. Pada tubuh manusia Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis. Cara mencegahnya terjadinya radikal bebas yaitu dengan antioksidan yang merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas. Namun setelah antioksidan menetralkan radikal bebas, kemampuan antiosidan tersebut menjadi tidak aktif. Oleh karena itu kita perlu terus memasok tubuh kita dengan antioksidan setiap harinya.

    BalasHapus
  4. menurut saya jawabannya:
    karena adanaya penyakit jantung,stroke,dan kanker.hal ini dpat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh manusia .adapn cara mencegahyaitudenga antioksidan ,bisajuga mengkonsumsikan buah-buaha dajuga sayuran dapat mencegah radikal bebas
    tetap semangat :)


































    BalasHapus
  5. Penyebab radikal bebas biasanya dipengaruhi oleh pola hidup,lingkungan dsekitar,dll,

    cara mencegahnya adalah dengan mengatur pola hidup sehat,mengkonsumsi makan yang mengandung antiaksidan juga mengkonsumsi buah dan sayur,berolahraga teratur.dan yang penting jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat dan makanan cepat saji

    BalasHapus
  6. saya mencoba menanggapi permasalahan anda.
    Radikal bebas yang ada dalam tubuh dengan berbagai cara, namun secara umum timbul akibat berbagai proses biokimiawi dalam tubuh, berupa hasil samping dari prosesoksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada saat bernafas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan, atau saat tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan, asap rokok, bahan pencemar dan radiasi matahari. Terjadinya Radikal bebas tidak bisa dihindari dalam kehidupan tetapi dengan pengetahuan yang benar kita dapat menangkal radikal bebas dari tubuh. Tubuh kita juga termasuk penghasil radikal bebas akan tetapi juga bisa menghasilkan zat anti radikal bebas yang disebut pula dengan nama antioksidan.
    Senjata yang paling ampuh untuk melawan atau memperlambat kerusakan akibat radikal bebas adalah dengan ANTIOKSIDAN. Ada dua macam antioksidan, yaitu antioksidan internal dan eksternal . Antioksidan internal yaitu atioksidan yang diproduksi oleh tubuh sendiri, disebut pula sebagai “Antioksidan Primer” Secara alami tubuh mampu menghasilkan antioksidan sendiri, tetapi kemampuan ini pun ada batasnya. Sejalan bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi antioksidan alami pun akan semakin berkurang. Hal ini lah yang menyebabkan stres oksidatif, yaitu suatu keadaan dimana jumlah radikal bebas melebihi kapasitas kemampuan netralisasi antioksidan. Yang termasuk Antioksidan primer ini adalah Super Oxide Dismutase (SOD), Gluthation Peroxidase (GPx) dan Katalase (Cat). Sedangkan Antioksidan eksternal tidak dihasilkan oleh tubuh tetapi berasal dari makanan seperti Vitamin A, beta karoten, Vitamin C, Vitamin E, Selenium, Flavonoid, dll. Antioksidan yang berasal dari makanan atau didapat dari luar tubuh disebut juga antioksidan sekunder.

    BalasHapus