RADIKAL BEBAS
Pengertian radikal bebas
pada dasarnya merupakan molekul yang kehilangan suatu elektron dari pasangan
elektron bebasnya, yang merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan
kovalennya. Elektron sendiri memerlukan pasangan untuk menyeimbangkan nilai
spinnya, sehingga molekul radikal dapat menjadi tidak stabil dan sehingga mudah
sekali bereaksi dengan molekul lainnya untuk membentuk radikal baru. Radikal bebas yang
mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur
DNA sehingga terjadi mutasi, bila perubahan DNA ini terjadi bertahun – tahun,
maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat
menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk
menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Atau sering sekali zat
pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup
dikonsumsi.
Radikal
bebas dapat mengancam manusia dimana – mana, bisa di luar atau di dalam tubuh. Radikal
bebas ini dapat memicu berbagai penyakit, seperti : penyakit kronis dan penyakit
degeratif seperti serangan jantung, stroke dan kanker. Untuk radikal bebas yang
terdapat di dalam tubuh manusia mempunyai dampak terhadap tubuh manusia
diantaranya, radikal bebas ini dapat merusak jaringan tubuh manusia yang secara
alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia,
akibatnya pemusnahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka
kerusakan jaringan terjadi secara perlahan – lahan. Sedangkan untuk radikal
bebas yang terdapat di luar tubuh manusia diantaranya, Radiasi UV yaitu
matahari memancarkan sinar dengan radiasi panjang gelombang dengan rentang yang
sangat lebar, tetapi yang masuk ke bumi dan mendapatkan perhatian khusus adalah
sinar violet yang memiliki energi cukup besar yang dapat memicu dan dapat
menimbulkan radikal bebas dalam tubuh terutama kulit.
Dari
pemicu penyebab radikal bebas ini, ada beberapa solusi cara menghadapi
kerusakan akibat radikal bebas yaitu, dengan antioksidan. Terdapat dua macam
antioksidan,yaitu antioksidan internal dan eksternal.
1. Antioksidan internal yaitu antioksidan yang
diproduksi oleh tuguh sendiri.
Secara alami tubuh
mampu menghasilkan antioksidan sendiri, tetapi kemempuan ini pun ada batasnya. Sejalan
bertambahnya usia,kemampuan untuk memproduksi antioksidan alami pun akan
sekamin berkurang. Hal ini lah yang menyebabkan stres oksidatif, yaitu suatu
keadaan dimana jumlah radikal bebas melebihi kapasitas kemempuan netralisasi
antioksidan.
2. Antioksidan eksternal tidak
dihasilkan oleh tubuh tetapi berasal dari makanan seperti Vitamin A, beta
karoten, Vitamin C, Vitamin E, Selenium, Flavonoid, dll. Antioksidan yang
berasal dari makanan atau di dapat dari luar tubuh disebut juga antioksidan
sekunder.
Antioksidan sendiri merupakan suatu
zat yang dapat menghambat proses oksidasi. Oksidasi disini adalah jenis reaksi
kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hydrogen, atau pelepasan
elektron. Proses oksidasi adalah peristiwa alami yang terjadi di alam dan dapat
terjadi di mana - mana tak terkecuali di dalam tubuh kita. Selain dapat
mencegah terjadinya radikal bebas, antioksidan pun ada manfaatnya bagi tubuh. Tubuh
kita terdiri dari triliunan sel. Disetiap sel terjadi reaksi metabolisme yang
sangat kompleks. Diantara reaksi metabolisme tersebut melibatkan oksigen,
seperti yang kita ketahui oksigen adalah unsur yang sangat reaktif. Keterlibatan
oksigen dalam reaksi metabolisme di dalam sel dapat menghasilkan apa yang
disebut sebagai reaktif spesies oksigen seperti H2O2, radikal bebas hydroksil
(OH), dan anion superoksida (O2-). Molekul – molekul ini memang diperlukan
tubuh misalnya untuk menjalankan sistem metabolisme dan memberi signal pada
sistem syaraf akan tetapi apabila jumlahnya berlebihan seperti pengaruh gaya hidup
(merokok, stres, konsumsi obat, polusi lingkungan, pengaruh zat kimia tertentu
pada tubuh, radiasi, dll.) maka dapat merusak sel dengan cara memulai reaksi
berantailipid, mengoksidasi DNA dan protein. Oksidasi DNA berakibat adanya
mutasi dan timbulnya kanker, sedangkan pksidasi protein mengakibatkan nonaktifnya
enzim yang dapat menghambat proses metabolisme. Maka itulah pentingnya
mengkonsumsi antioksidan.
Pertanyaan :
Apa yang
menyebabkan terjadinya radikal bebas, dan bagaimana cara mencegah terjadinya
radikal bebas ?
